Langsung ke konten utama

Siap Menjadi Penulis Berikutnya? Ini Cara Bergabung di Proyek Antologi Baitul Ilmi!

 


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

​Sahabat literasi Baitul Ilmi, setelah membaca keseruan proses di balik layar dan obrolan inspiratif bersama para penulis muda kita, apakah kalian mulai merasa tertantang? Apakah ada cerita di kepala kalian yang meronta-ronta ingin dituliskan?

​Melihat antusiasme yang luar biasa dari penerbitan buku-buku sebelumnya (termasuk Voucher untuk Ibu Vol. 4), Perpustakaan Baitul Ilmi dengan bangga mengumumkan bahwa Pencarian Naskah untuk Proyek Antologi Edisi Berikutnya TELAH DIBUKA!

​Bagi kalian yang ingin melihat namanya tercetak di sampul buku dan karyanya dibaca oleh banyak orang, yuk simak syarat, ketentuan, dan tips rahasianya di bawah ini!

​📝 Syarat & Ketentuan Peserta

  1. Status: Merupakan siswa/siswi aktif SMP Cahaya Qur'an (Kelas 7, 8, maupun 9).
  2. Orisinalitas: Karya harus murni buatan sendiri (orisinal), belum pernah dipublikasikan di mana pun, dan bebas dari unsur plagiarisme (menjiplak).
  3. Tema Tulisan: Untuk edisi kali ini, tema besar yang akan kita angkat adalah "Dunia Santri, Cita-cita, dan Persahabatan". Kalian bebas mengembangkan tema ini sekreatif mungkin!
  4. Format Penulisan: * Naskah berupa Cerita Pendek (Cerpen).
    • ​Panjang tulisan berkisar antara 500 hingga 1.000 kata.
  5. Waktu Pengerjaan: Sama seperti proyek sebelumnya, kalian bisa memanfaatkan "waktu khusus gadget" di pondok dan berkonsultasi pada saat jam pelajaran Bahasa Indonesia.

​📥 Cara Mengirimkan Karya

  1. ​Setelah naskah selesai diketik di HP saat waktu yang diizinkan, pastikan kalian sudah membacanya ulang (self-editing).
  2. ​Naskah dapat dikirimkan langsung ke staf perpustakaan, Ustadzah Putri Asfahani, atau diserahkan melalui guru Bahasa Indonesia masing-masing.
  3. ​Naskah yang masuk akan melalui proses seleksi dan editing oleh tim redaksi Baitul Ilmi yang diketuai oleh Ustadzah Ayu.

​💡 Tips Ampuh Agar Naskahmu Lolos Seleksi!

​Masih bingung mau mulai dari mana? Jangan khawatir, ini bocoran tips dari tim Baitul Ilmi:

  • Tulis Apa yang Kamu Tahu (Write What You Know): Mulailah dari pengalaman atau perasaanmu sendiri. Cerita tentang suasana asrama, antre mandi, atau candaan bareng teman sekamar biasanya terasa lebih hidup dan natural.
  • Manfaatkan Jam Bahasa Indonesia: Jangan sungkan bertanya kepada guru saat jam pelajaran Bahasa Indonesia. Mintalah masukan apakah alur ceritamu sudah menarik atau ada kalimat yang perlu diperbaiki.
  • Baca, Baca, dan Baca: Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus. Sebelum menulis, pinjamlah buku-buku antologi kakak kelas di Baitul Ilmi atau novel remaja lainnya untuk memperkaya kosakata dan imajinasi kalian.
  • Jangan Takut Revisi: Menulis itu proses. Jarang ada tulisan yang langsung sempurna di ketikan pertama. Kalau naskahmu dikembalikan untuk direvisi oleh Ustadzah, jangan menyerah! Itu artinya tulisanmu punya potensi besar.

​Tunggu Apa Lagi?

​Pena sudah di tangan, waktu sudah diberikan. Sekarang giliran kalian yang bercerita. Kami tunggu karya-karya terbaik dari santri SMP Cahaya Qur'an!

​Jika ada yang ingin ditanyakan, pintu Perpustakaan Baitul Ilmi selalu terbuka lebar untuk kalian. Semangat berkarya!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Komentar